Jatuh Cinta (edited version)

Gue benci merasa jatuh cinta
Karena jatuh cinta membuat gue limbung
Hilang arah...bimbang...
Ga sanggup berdiri menapakkan kaki ketika sendiri
Dan jatuh cinta selalu bisa menyakiti

Gue benci merasa rindu
Karena kemudian gue akan menunggu
Berharap dan bermimpi
Dan merasakan sakit ketika sendiri
Ketika rindu itu tak terobati
Sementara gue ga sanggup menangis dengan keras
Ketika berjuang melawan kecewa hati

Gue benci merasa jatuh hati
Karena kemudian gue akan memuja
Dan gue ga akan berhenti berdoa
Agar dia akan hadir di sisi menemani
Dan gue hanya bisa menanti kedatangannya di sini

Gue benci merasa sayang
Karena kemudian gue akan merindukan dia
Memohon kehadirannya
Hanya memikirkannya
Dan menangis...
Ketika dia ga ada
Ketika dia jauh
Ketika gue ga bisa menyentuh dia
Dan gue menangis...ketika dia menangis

Gue benci merasa jatuh cinta
Karena gue menangis merindukannya
Karena gue marah ketika dia ga menelpon gue
Karena gue jadi boros pulsa hanya untuk menanyakan kabarnya
Karena gue jadi cemburu...
Apabila tahu ada orang lain yang bisa dekat dia
Dan meluangkan waktu bersamanya
Karena gue jadi kesepian tanpa suaranya

Gue benci merasa jatuh cinta
Karena semua ini menyakiti hati gue

(DeeWardani – 251206)

Have You Ever...?

Have you ever love someone or something
So deep
So bad
That it hurts you…deep inside your heart
Whether they are close or far away
It hurts just for loving them
Just to care
Just to have the desire
And for having their name carved deeply inside your heart

Have you ever want something so bad
That it makes you weak
When you realize that your hands aren’t able to reach them
To touch them
To feel them
And you feel hopeless knowing that it’s so far away in your dreams

Have you ever wish for something so bad
That you cry
Everytime you lift your hands to pray for it
When you ask God to bring you closer
And your tears fall
And your heart breaks
When you wish for it

Have you ever miss someone or something
So deeply
That it hurts you
When you can’t hear their voice
When you can’t see them
When they don’t answer you
Even when you call their name so hard with all of your strength

Have you ever feel so hurt
Just by saying someone’s name

I do

***

Untuk kamu...
(DeeWardani-141006)

-DARK-

Sekali lagi aku menutup mata dan menatap dalam kegelapan….dan kudapati sosok dirimu berdiri di ujung sana, jauh di hadapanku…tak terjangkau dan tak mampu kudekati…dan masih menolak untuk kusentuh

Lalu ketika aku masih menatapmu aku merasakan hadirnya sosok lain yang menanti jauh di balik punggungku…menatapku dengan senyum pada tatapan matanya yang tajam,
tapi tak juga mendekat padaku…

Dan aku berdiri di tengah kegelapan tanpa mampu melangkah ke manapun…tanpa ada hasrat untuk meninggalkan tempatku berdiri kini, bukan lemah namun hanya terlalu hampa untuk mampu menarik nafasku dan menarik tubuhku pergi

Lalu aku menutup mata sekali lagi…dan di sudut mata kulihat cahaya muncul di kejauhan di tengah kegelapan itu, namun bukan di depanku dan bukan pula di balik punggungku…memanggilku…dan dengan hati dan jiwa yang hampa kupaksa kakiku melangkah mendekati cahaya itu
Namun seberapa kuatnya aku berusaha, berapa jauh aku melangkah, dan seberapa lama aku mencoba, cahaya itu tetap saja terlalu sulit untuk kuhampiri…tak mampu tersentuh oleh hati, pikiran, jiwa dan bahkan raga…
lalu aku berhenti

Aku berhenti melangkah dan menyadari cahaya itu masih saja menjauh…semakin jauh…dan aku kembali di titik awal tempatku berdiri, menyadari kebimbangan yang sama muncul kembali
dengan sosok dirimu dan dirinya tetap berada di tempat yang sama…

Kemudian dengan jiwa yang masih hampa aku perlahan berbalik arah, menjauh dari cahaya yang masih memanggil namaku, meninggalkan sosok dirimu dan dirinya yang masih berdiri di tengah kegelapan…dan aku melangkah ke dalam kegelapan yang semakin pekat, semakin mengikat, hingga aku pun menyatu di dalamnya…lagi

DeeWardani- 061006

MALAM

Photobucket - Video and Image Hosting

Malam kembali datang menjemputku.seperti biasa ia tak rela melepasku, membiarkan aku tenggelam dalam gelapnya, tanpa mengijinkan aku menikmati mimpi indah untuk menemani sedihku malam ini
Malam, seperti biasa memberiku hanya kegelapan, menemani walau aku masih merasa sepi.menenggelamkan aku lebih dalam menuju kesepian tiada akhir, yang memberi hati ini rasa yang tak lain merupakan rasa takut bahwa malam akan pergi dan membiarkan sepi ini membawaku pergi

Kenapa malam begitu indah dalam sosoknya yang begitu menakutkan.dan kenapa malam begitu memabukkanku, membiarkan aku tenggelam begitu jauh, hingga ketika aku hendak membuka mataku aku tetap tak mampu menghapus rasa sepi ini, meski aku tak sendiri
Malam, selalu memelukku begitu kuat, begitu ketat hingga aku tak pernah mampu melepaskan diri.kenapa malam begitu mencintaiku? Kenapa ia terus menahanku?

Malam ini sekali lagi aku membiarkan diriku tenggelam dalam sepi, dalam hasrat malam yang begitu dalam dan begitu kuat mengikatku.apakah kini aku mulai mencintai malam?
Malam ini sekali lagi aku menutup mata, berharap mimpi indah akan datang malam ini.tapi bukanlah mimpi indah yang datang, tetapi kenyataan yang terlalu menyakitkan yang membuatku terkadang tak mampu membuka mata di pagi hari
Malam ini sekali lagi menyesatkanku.membiarkan aku terlena dengan kegelapan yang begitu aman.kembali memberikanku rasa sepi, menemaniku dengan kehampaan yang dibawanya dengan penuh hati, untuk memenuhi hatiku sendiri dengan hampa yang membara dan membakar air mata yang terus menetes di pipi ini,membasahi tidak lagi wajah namun hati

Malam ini sekali lagi aku menulis tentang kehampaan hati, tentang rasa kesepian yang membakar tubuh ini perlahan-lahan ketika tengah terbawa mimpi.malam ini sekali lagi aku menulis tentang air mata yang entah kenapa belum juga berhenti mengalir dan belum juga kering
Malam ini sekali lagi aku menulis tentang kesepian.merasakannya begitu kuat tanpa mampu mempertanyakannya baik pada diri sendiri maupun pada orang lain yang menatapku dengan mata yang hampa yang tak mampu mengerti tentang rasa hampa ini
Tapi malam ini aku mencoba menutup mata meski tetap membiarkan telinga ini terbangun, membiarkan musik yang tengah mengalun perlahan tertutupi oleh suara-suara yang terbawa oleh gelap malam yang memasuki kamarku ini

Malam ini seperti malam-malam sebelumnya, membawa masuk suara-suara yang tak asing untuk kembali menemaniku dalam gelap kamar yang minim cahaya ini
Suara-suara yang hampir tiap saat tiap waktu selalu terdengar dari dalam hatiku dan selalu mencoba berbicara padaku melalui pikiranku ini.suara-suara yang menggambarkan soal kesepian, suara tangis dari hati-hati mereka yang juga membiarkan malam membawa pergi mimpi-mimpi indah mereka, suara rintihan dari mereka yang tak mampu menutup mata mereka malam ini tanpa merasakan hati mereka terbakar oleh air mata yang masih terus mengalir
Lalu aku mengerti.atas apa yang dibawa malam untukku malam ini...

Ia membawa mimpiku pergi sekedar membuatku mengerti, bahwa rasa sepi ini tidak hanya ada dalam hati yang merana ini, bahwa ada hati lain yang juga menangis seperti aku, bahwa malam tidak hanya menemaniku tapi juga jiwa yang lain yang membutuhkan teman
Namun malam tidak menjawab pertanyaanku.tentang bagaimana harus menghilangkan rasa sepi yang hampa dan membunuh ini, bagaimana harus menghilangkan rasa rindu yang membakar ini?

Malam, seperti biasanya hanya diam membisu, membiarkan pertanyaan demi pertanyaan kembali muncul, kembali menahan agar mata ini tidak tertutup, kembali membiarkan aku mencoba menjawabnya sendiri hingga pagi datang menjelang
Malam, seperti biasanya pergi dengan meninggalkan senyum, sebagai tanda bahwa ia akan kembali lagi.memberikan dingin yang sama, memberikan pelukan yang lebih erat, memberikan rasa sepi dan hampa yang lebih dalam
Dan aku seperti biasanya akan menanti datangnya malam, untuk merasakan kesepian dan kehampaan yang sama, untuk kembali berharap agar kali ini malam akan memberikan mimpi indah untukku, berharap bahwa malam akan memberikan kecupan hangat untuk tidurku.

Again...I cry...

Photobucket - Video and Image Hosting

Semalam mataku tertutup dengan air mata yang mengalir membasahi mata dan juga pipi dan seluruh wajah ini. Dan pagi ini aku terbangun dengan air mata yang mengalir dengan lebih deras lagi, memenuhi mata dan hati, membasahi wajah, pipi dan juga tubuh ini.

Kurasakan perlahan kegelapan menarikku semakin dalam...dan hati ini semakin keras menghukumku...kurasakan hati ini terpenuhi perasaan yang dulu kutakuti, dulu kuhindari, yang dulu selalu kubunuh bahkan ketika ia belum muncul dan menguasaiku...aku lengah dan membiarkannya tumbuh dan tumbuh dan tumbuh begitu besar dan menguasai jiwaku dan membalas untuk membunuhku
Semua ini adalah salahku...
.aku,aku,aku,aku,aku....aku

Jantungku kian terkikis dingin yang mencakar-cakar tubuh ini ketika gelap menutupi malam, hangat tubuh ini terasa kian jauh terambil oleh tangan-tangan kecil yang mengganggu mimpi indahku tiap malam...dan mata ini terbuka dengan rasa takut yang lebih dalam terhadap langit yang menyilaukan.

Sekarang kegelapan itu terasa begitu indah walaupun masih menyakitkan...kenapa kegelapan ini membiarkan aku melukai hati dan diriku sendiri? Kenapa? kenapa? kenapa? Kenapa kau biarkan gelap ini mengambilku...merenggutku dari diriku sendiri, memenuhi hati dan jiwaku dengan kesepian yang menakutkan tapi selalu menjadi teman terbaikku di kala malam, ketika tangan ini tak lagi memiliki pegangan yang kuat untuk menahanku.

Kenapa kegelapan yang begitu indah kini mengkhianatiku...kenapa langit seakan membakarku dengan sinar itu? Sinar yang dulu begitu indah di mataku? Kenapa air mata ini mengikisku dari dalam...menggerogotiku hingga tidak ada lagi yang tersisa dari diriku...dari jiwaku...dari hatiku...mengambil sedikit demi sedikit harapan yang ada dalam diri ini untuk hidup...semua ini salahku...
aku,aku,aku,aku,aku,aku,aku,aku....

Kapan waktu itu akan tiba...kenapa waktu yang kunanti tidak kunjung tiba....kenapa ’waktu’ yang selalu berputar selalu menakutiku, membuat diriku kisut di malam hari, membuatku takut...tapi kenapa ’waktu’ yang selalu kuhindari itu kini selalu kunantikan...

Kenapa kematian yang dulu di mataku begitu menakutkan bahkan olehku yang ada di dalam kegelapan kini terlihat begitu indah...kenapa kini aku menantikan jiwaku terenggut dari malam, bukan oleh cahaya yang diberikan langit namun oleh kegelapan itu sendiri?

Kenapa kau biarkan aku menghukum diriku sendiri....kenapa kau biarkan diriku sendiri mencoba membunuh aku, mengambil diriku sendiri dari gelap, membiarkan diriku tenggelam dalam mimpi yang indah dan juga menakutkan...kenapa tubuh ini menggigil hanya dengan menyebut namaku sendiri...hanya dengan menyebut namamu...apakah karena ini semua salahku?????
aku yang bersalah....aku,aku,aku,aku,aku,aku,aku,aku,aku..
.
selalu salahku.
..selalu aku yang bersalah....

Kenapa ini begitu sulit?
Kenapa aku masih menangis?
Kenapa hati ini tak mau mati?
Kenapa aku tak juga mati?


Rindu...Rindu...Rindu


Aahhh…
Aku merindukan sepi
Aku merindukan hati dan jiwaku
Aku merindukan mimpi yang mencekik dan mencekat
Tapi mampu menemaniku di waktu malam
Aku merindukan kegelapan

Aku merindukan kamu
Aku merindukan mereka
Aku merindukan diriku sendiri
Aku merindukan dunia
Aku merindukan rumah
Aku merindukan cinta

Aku merindukan Tuhan
Aku merindukan surga
Meski terbakar panas api neraka sekalipun
Aku masih merindukan surga
Aku merindukan hidup
Aku merindukan kematian

Aku merindukan aku
Aku yang dulu
Aku yang tidak percaya
Aku yang masih mampu bernafas
Bahkan menjelang kematianku sendiri
Aku yang masih mampu melangkah
Di atas ribuan jarum mematikan

Aku merindukan aku
Aku yang dulu
Yang menatap gelap seolah terang
Aku yang menangis tanpa suara
Tapi masih mampu tersenyum bangga
Aku yang mencakar tanah dengan tangan penuh darah
Tapi mampu menari indah di atasnya

Aku merindukan aku
Aku yang dulu
Sebelum aku mengenal kebahagiaan
Dan disakiti olehnya
Aku yang tersakiti

Dan hanya mampu menertawakan sakitku

Aku merindukan aku
Yang kini merindukan kamu

Angel cries....

Photobucket - Video and Image Hosting

Inside My Own Mind

Photobucket - Video and Image Hosting
get me out of this place
not much to see
not much to hear
but too many things I have to face
in this too deep of darkness
too empty heart

get me out of this cage
feeling too deep into these closed spaces
too lonely
too much to bare
while the most beautiful sky above
is too unreachable
untouchable
but too painful to see

get me out of this dream
unable to open my eyes
only cause I get too used to the darkness
getting along too deep to this emptiness
this hole
unbearable
uncureable
loving it too much
keep myself dreaming
keep myself caged
inside my own mind

Tentang Cinta…

Banyak orang mempertanyakan akan adanya cinta
Banyak orang mempertanyakan artinya cinta
Banyak orang mencari dan menanti datangnya cinta
Banyak orang bahkan menyangsikan soal cinta
Sedangkan aku….
Terlalu banyak pertanyaan
Terlalu banyak untuk dipilah, dipilih dan dibedakan
Terlalu banyak untuk diucapkan

Banyak orang mengatakan…
cinta ada untuk memberi warna untuk hidup
Banyak orang bilang…
cinta memberi nafas untuk semua yang berjalan di bumi
Ada orang yang memberi alasan…
bahwa cinta ada di hati…
karena hati ingin belajar dan mengerti
bagaimana rasanya menyayangi orang lain
mengerti betapa indahnya
ketika hati terisi rasa saling membutuhkan dan saling menyayangi

Sedangkan untuk aku…
sesungguhnya arti cinta itu telah ada dalam hati
Dalam benak dan jiwa manusia bodoh ini
Tapi tak pernah ada kata-kata yang mampu menggambarkan semuanya
Tak pernah ada kertas yang cukup untuk menampung artinya
Dan aku tak pernah mampu…
untuk menyampaikannya

Ketika kita mencari arti cinta
Bahkan dalam kamus terpintar pun
tak akan ada cukup kata yang mampu untuk menggambarkannya
Ketika orang mencari cinta
Untuk mengerti bagaimana rasanya menyayangi
Mungkin sesungguhnya keinginan benar ada dalam hati ini
Namun hati ini tak sekedar memohon akan hal itu

Karena Aku butuh jawaban
Karena Aku butuh alasan
Mengenai arti keberadaanku di sini
Mengenai apa yang kulakukan disini
Alasan yang cukup kuat…agar aku dapat bertahan lebih lama lagi
Di tempat di mana aku berada kini

Aku mencari cinta…
tidak hanya untuk mengisi kekosongan hati
Tidak hanya untuk menghilangkan kesepian diri
Aku mencari cinta untuk menemukan kebenaran
Menemukan alasan mengapa aku tetap hidup
Bahkan ketika jiwaku hampir mati
Menemukan alasan untuk tetap bernafas…
untuk tetap menatap mentari pagi

Aku mempelajari cinta…
tidak hanya untuk belajar menyayangi
Tidak hanya agar hidup ini terwarnai
Aku belajar cinta untuk mendapatkan jangkar
Yang akan menahanku agar tidak berlayar terlalu jauh
Jangkar yang akan menahanku
Untuk tetap menginjak bumi
Untuk tetap melangkahkan kaki
…untuk tetap hidup

Aku mencari orang yang dapat aku cintai…
Bukan hanya sekedar mencari orang yang bisa menemani
Dan menghilangkan sepi
Tidak hanya sekedar mencari obat yang menghilangkan rasa sakit
Tidak hanya sekedar mencari orang yang mampu melindungi
Atau orang yang dapat meredam kemarahan hati
Aku membutuhkan saksi…
Orang yang akan menatapku dengan tatapan yang nyata
Orang yang menjadi saksi akan hidupku
Akan keberadaanku
Akan kisahku
Aku membutuhkan saksi…
Yang mampu membuktikan bahwa aku…
hidupku…
Dan semua yang ada di sekitarku
Adalah nyata

Aku tak pernah benar-benar sadar apakah aku mencari
Aku hanya tahu bahwa aku mempelajari
Namun langit dan bumi selalu menyesatkanku
Ketika aku mempelajari cinta…
Langit mengambilnya dariku
Ketika aku menemukan cinta…
Bumi menghalangiku

Ada bagian diriku yang mencari cinta
Karena ingin agar hidup ini punya arti
Agar kehadiranku di sini dinanti
Agar aku menjadi nyata…karena ada saksi

Tapi ada juga bagian diriku yang takut untuk mencari
Hanya karena aku tak mengerti
Dan mungkin aku tak akan pernah mengerti
Mengapa cinta yang kutemukan selalu lari
Justru ketika aku memutuskan untuk menetap dan tidak lari
Mereka yang pergi

Ada orang yang bilang…
Bahwa mereka yang menangis adalah mereka yang bisa menghargai arti hidup
Bisa menghargai orang-orang yang ada disekitar mereka
Bisa menghargai kebahagiaan yang mereka capai sendiri

Aku telah banyak menangis
Haruskah aku menghargai air mataku sendiri?
Tapi benar jika aku berkata…
Bahwa aku mencintai hidupku
Tak peduli betapa menyakitkannya
Bahwa aku menghargai orang-orang yang ada di sekitarku
Meski mereka tak pernah benar-benar peduli padaku
Bahwa aku menyayangi orang-orang yang ada di hatiku
Tanpa peduli apakah mereka benar tulus menyayangiku

Saat ini sebuah nama tertulis dengan jelas dalam hatiku
Terukir dengan indah pada dinding hatiku
Tapi bumi dengan kuat tetap menghalangi
Hingga hati ini malah perlahan membunuhku
Karena air mata yang tak mau tumpah
Terus memenuhi hati
Tapi hati ini justru tak mau lari
Aku tak mengerti

Lalu kembali aku mempertanyakan arti cinta
Seiring dengan pertanyaan yang muncul
Mengenai arti hadirnya diri ini di lembaran kisah ini
Karena hati ini lagi-lagi memilih untuk menjadi kosong
Dan lagi-lagi kehilangan alasan dan jangkar ku
Yang seharusnya menahanku…
Mengikatku untuk tetap berdiri di permukaan bumi

Kini justru banyak orang mempertanyakan aku
Atas apa yang ada dalam pikiranku
Apa yang ada dalam hatiku
Apa pandanganku….atas cinta
Dan lagi-lagi aku tak mampu menjawab
Karena aku masih belum dapat menemukan kata-kata yang pasti
Yang akan menggambarkan semuanya
Lagi-lagi aku tak mengerti
Karena di dalam pikiranku
Masih…banyak sekali pertanyaan tak terjawab
Yang tak akan mungkin terucapkan

Haruskah aku terus menanti…
Haruskah aku mulai mencari…
Atau sudah waktunya aku berhenti
Dan membiarkan aku sendiri yang pergi?



(DeeWardani, 220706, 01:07)

Pesan Untuk Sahabatku...

Sahabatku…
Seandainya kamu mengerti
Betapa rasa kesepian ini menghancurkan hati
Betapa kejam rasa rindu ini kurasakan membunuh diri ini
Karena ketidakhadiranmu saat ini

Sahabatku...
Tangan ini merindukan genggaman jemarimu
Yang dulu pernah menuntunku
Ketika aku tersesat
Ketika aku bimbang
Ketika hati dan jiwaku dipenuhi rasa takut akan dunia yang tidak mencintaiku

Sahabatku...
Pernahkah aku mengucap terima kasih
Karena kamulah yang mengajarkanku untuk percaya
Untuk mencintai
Bukan hanya untuk diri sendiri ataupun orang yang ada di sekitarku
Tetapi juga hidupku dan dunia
Yang selama ini selalu membenciku dan menyakitiku
Kamulah yang mewarnai hari-hari kelamku
Dengan cahaya dan warna terindahmu

Sahabatku...
Ingatkah kamu...
Kamu dulu pernah memeluk tubuhku erat hingga mentari pagi datang menjelang
Untuk melindungi hatiku yang merasa takut akan gelap malam
Kamu dulu yang pernah menyinariku
Untuk menuntunku kembali ke jalan terang
Supaya aku tahu bahwa aku tak sendirian
Kamu yang selalu menemaniku
Hingga aku merasa berani untuk melangkah tegap
Tak peduli betapa kejamnya dunia
Tak peduli akan sakitnya tiap-tiap langkah yang kuambil
Kamu yang memberikanku keberanian itu

Sahabatku...
Ingatkah kamu...
Kamu dulu yang menyaksikan diriku
Hancur bagaikan ribuan pecahan kaca yang terhempas di permukaan tanah
Dan kamulah yang dulu dengan sabar
Mengumpulkan tiap-tiap pecahan kaca itu dan menyatukannya kembali
Tanpa peduli betapa sakitnya kaca-kaca itu menyakiti jari-jarimu
Tanpa peduli betapa sulitnya
Hingga akupun kembali berdiri tegap dan kuat di hadapanmu

Sahabatku...
Ingatkah kamu...
Kamu yang dulu menyelamatkanku
Yang membersihkan dan menyembuhkan tiap-tiap luka di sekujur tubuhku
Yang menghapus tiap tetes air mata yang tertumpah di pipiku
Kamu yang kemudian mengajarkanku untuk selalu tersenyum
Dan kembali percaya kepada dunia yang tidak mencintaiku

Sahabatku...
Kini aku kembali tersesat
Hanya bisa menangisi kesendirianku
Menangisi kesepianku
Karena kamu tak lagi hadir di sini
Menemani
Melindungi
Menuntunku dengan jemari tanganmu yang dengan kuat menggenggam tanganku

Sahabatku...
Aku merindukanmu
Membutuhkanmu
Karena hanya kamu yang selama ini mengerti aku
Mampu menyelamatkanku
Mampu menemaniku
Mampu mempercayaiku

Sahabatku...
Air mata ini menetes deras ketika aku memanggil namamu
Karena dulu suara dan hadirmu selalu ada ketika aku membutuhkanmu
Dan kini suaraku tak lagi dapat kau dengar
Tangisku tak dapat lagi memanggilmu kembali

Sahabatku...
Kurasakan diriku mati
Tanpa kamu
Aku rindu kamu

Sahabatku...
Aku kesepian
Tanpa kamu

***

...for my bestfriend, my lover, my soulmate…
ARIE
Where ever you are…you will always be missed…I love u

(DeeWardani-300606)

menanti...

Hari berganti malam…aku masih disini
Menanti datangnya keajaiban
Yang tak mungkin
Malam berganti pagi…dan aku masih disini
Mengharap adanya cinta
Yang tak mungkin


( DeeWardani, 221205 )

- untuk seseorang -

aku terdiam di sini.
menatap mendung terbentang di langit.
menurutku dunia semakin semu.
aku melihat dirimu dimana-mana.
di langit.
di tanah.
di udara.
di air.
dunia sesak olehmu.
apakah aku begitu terobsesinya padamu?


untuk kedua kalinya aku menatap mendung.
semakin gelap.
semakin pekat.
wajahmu tenggelam disana.
dirimu semakin menjauh.
tak terjangkau oleh tanganku.


dan kemudian.
hujanpun turun.
wajahmu hilang ditelan silaunya halilintar.
kaupun sirna.
lalu.
aku masih terdiam.
di tempat yang sama.
sendiri.
menatap langit yang sama.


menunggu.
sampai mendung terganti pelangi.
berharap aku bisa melihat wajahmu lagi.
di sini.
di tempat ini.
di langit yang sama.

Surga Hati

Andai aku bisa
Aku ingin mengulang kembali waktu yang bergulir
Mengalami kembali segala kenangan indah yang terlewat
Menghirup kembali semua nafas yang terbuang
Merasakan kembali semua sentuhan yang telah hilang
Merangkup kembali semua air mata yang telah tumpah dan terurai
Hanya untuk merasakan kembali
Hangat hadirnya dirimu

***

Tiap malam datang sering aku bertanya
Adakah makna hadir-ku bagi hidup
Adakah makna hidup ini bagi ada-ku
Adakah makna sakit dan kesendirian ini bagi gelapku
Adakah makna dan arti semua ini
Karena tidak ada kejelasan dalam langkahku
Hanya gelap membayangi dalam jalanku
Di manakah terang?
Karena yang nampak hanyalah bayang
Hati ini butuh lilin…cahaya penerang
Hati ini butuh teman
Yang mampu merengkuh kala malam menjelang
Hati ini butuh teman…
Yang mampu menghangatkan kala dingin kembali menghadang
Aku terus menanti…
Hingga ia datang
***

Di kala malam datang aku masih bertanya
Adakah tanda bagiku ketika terang itu datang
Adakah aku mengenali cahaya itu
Atau akankah aku justru lari
Karena rasa ketakutan ini justru tumbuh
Seiring dengan tumbuhnya harapan akan sang cahaya
Karena aku telah terbiasa dengan gelap
Dan mulai merasa lebih aman berada di dalamnya
Takut…
Karena aku tak tahu apa yang akan terjadi
Karena aku tak tahu bagaimana bentuknya
Karena aku tak tahu apa yang harus aku lakukan
Ketika cahaya itu datang
Tapi aku tetap menanti….
Dan ia pun datang
***

Bimbang. Hati tak siap namun tak juga lari
Mungkin aku telah lelah berlari…
Sekian lama berusaha lepas dari bayang
Sehingga ketika cahayaku datang aku pun memilih untuk menetap
Memilih untuk tidak berpaling dan pergi
Karena cahaya yang ini tidak menakutkan
Dan justru menghangatkan
Karena aku merasa aman
Ketika berada di sampingnya
Dalam terang cahayanya
Namun aku tetap bimbang….
Dan ia pun berkata, ini bukan cinta
Kita hanya saling membutuhkan…
Maka akupun tinggal…
Dan ia tidak pergi
***

Bimbang. Hati kini siap namun masih ingin lari
Tapi aku telah lelah berlari…
Setelah sekian lama terbayangi gelap sepi
Sehingga untuk cahayaku aku pun memilih untuk menetap
Memilih untuk tidak berpaling dan pergi
Karena cahayanya masih sangat menghangatkan
Memabukkan…namun juga menenangkan
Karena aku merasa aman. Damai. Tenang.
Ketika berada dalam pelukannya
Dalam hangat cahayanya
Namun aku tetap bimbang….
Dan ia pun berkata, kita memang saling membutuhkan
Namun ini cinta…
Maka akupun tinggal…
Dan ia tidak pergi
***

Bimbang ini lenyap
Dan aku makin merasa membutuhkan
Makin merasa bahwa kami satu. Tak terpisahkan
Bahkan oleh waktu
Percaya bahwa genggaman tangannya takkan terlepaskan
Percaya bahwa terangnya hanya untukku
Dan bahkan bayangnya sekalipun takkan meninggalkanku
Hati ini akhirnya terbiasa dengan cahaya terangnya
Terbiasa akan kehangatannya
Begitu tenang. Damai. Hangat.
Yakinku bahwa hadirnya membawa surga di hatiku
Karena cahayanya menemani hadirku selalu
Ia pun percaya akan hadirku
Percaya bahwa akupun akan selalu memberi hangat bagi hadirnya
Percaya bahwa aku akan hadirkan senyum
Dan bahkan memberi warna bagi hadirnya
Percaya bahwa aku akan selalu menanti
Bahwa aku akan menetap dan tak pernah lari
Bahwa aku akan tinggal
Aku tetap tinggal…
Namun kemudian ia yang pergi
***

Bukan waktu yang mengambilnya dariku
Bukan hati yang berpaling
Dan bukan pula gelap yang merebutnya dari sisiku
Namun Tuhan…
Ia yang mengambilnya dari ku
Ia yang merebutnya dari sisiku
Ia yang menghapuskan cahaya itu dalam sekejap
Sehingga aku pun kembali dalam gelap
Tersesat. Tersakiti.
Hancur dalam sekejap bagaikan ribuan pecahan kaca terhempas di permukaan tanah
Kecewa. Bimbang.
Kehilangan pijakan karena cahayaku hilang meninggalkanku dalam gelap
Sempat aku ingin mengutuk Tuhan…
Karena Ia yang dulu telah memberikan cahaya itu padaku
Memberikanku kebahagiaan
Mengajarkan sang cahaya untuk memberikan surga untukku dalam hati ini
Namun dengan sekejap mata diambilnya cahaya itu
Dan kembali menenggelamkanku dalam gelap
Kembali menyesatkan langkahku
Kembali menghancurkan hatiku
***
Cahayaku hilang…
Genggaman tanganku terlepaskan. Hati ini terhancurkan.
Tanpa pijakan kuat aku terus berusaha berjalan melawan gelap
Tanpa mampu menahan air mata yang terus tumpah
Tanpa mampu menahan rasa rindu yang terus menusuk hati
Tanpa mampu menghapus wajah sang cahaya
Yang terus muncul dalam angan. Dalam mimpi.
Tangan ini masih terkepal…
Berusaha meraup kembali genggaman tangan hangat
Yang dalam hati masih terlalu berat untuk dilepaskan
Seluruh tubuh dan jiwaku masih merasa rindu
Masih bergetar mengingat tiap sentuhan yang telah diberikan
Masih mengingat pelukan erat yang dulu menghangatkan
Telinga ini masih mengingat suara lembut yang menenangkan
Menggetarkan hati ini dengan rindu
Hingga tetes air matapun kembali tumpah
Cintaku hilang…
Membawa hati dan keberanianku melawan gelap
Hingga aku kembali merasa takut
Untuk berjuang sendiri. Untuk melawan sepi.
Namun aku tetap tinggal
Didorong oleh rasa cinta dan kenangan
Akan cahaya terangku yang masih menghangatkan
***

Andai aku bisa
Aku ingin memohon dengan segenap jiwa raga
Izinkan aku menelepon ke surga
Agar aku dapat mendengar kembali suaramu
Agar aku dapat menyampaikan resah jiwaku yang kehilangan kamu
Agar aku dapat menyampaikan rasa rindu dan rasa sayang ini
Andai aku bisa
Aku ingin memohon dengan segenap jiwa raga
Izinkan aku mencari dimana letak surga itu berada
Agar aku dapat menemuimu
Agar aku dapat menatap wajahmu dan senyummu yang indah
Agar aku dapat sekali lagi merasakan sentuhanmu
Agar aku dapat sekali lagi mengecupmu
Agar aku dapat sekali lagi berada dalam pelukanmu
Agar aku dapat bersamamu
Izinkan aku menemukanmu
Hanya untuk merasakan kembali
Hangat hadirnya dirimu

***


…untuk kamu yang berada di surga

(DeeWardani – Februari2005)

-- Izinkan Aku Menelepon ke Surga --

Aku masih di sini…terduduk di salah satu sudut malam
Menikmati sepi…merasakan hening…ditemani kehampaan
Seluruh tubuhku merinding…dingin
Hati dan jiwaku terbakar…panas oleh emosi, amarah dan resah
Merenung sendiri mendengarkan suara hati
Berusaha memahami semua yang kualami
Seandainya bisa…
Betapa inginnya hati ini untuk menyampaikan langsung kepada-Nya
Beribu permohonan yang tak pernah dikabulkan
Beribu permintaan yang tak pernah tersampaikan
Beribu doa yang telah terucapkan berulang kali…tanpa pernah terbalaskan
Beribu hasrat…beribu mimpi…yang hanya bisa tersimpan dalam hati
Dalam kelam malam ini hati memohon…
Izinkan aku berbicara langsung kepada-Nya
Izinkan aku menyampaikan semua gundah ini pada-Nya
Mohon…izinkan aku…menelepon ke surga
***

Aku hanya terpaku
Dikelilingi oleh keramaian di sekitar yang seakan beribu mil jauhnya dari tubuhku
Lebih menikmati kekosongan dalam pikiranku
Gelap pun datang…
Dan aku menutup mata untuk dapat melihat lebih dalam
***

Kubuka kedua mataku
Butuh beberapa waktu untuk menyadari di mana tempatku berada
Hanya mampu menatap ke bawah…di permukaan tanah
Di mana tampak bayang tubuhku yang terbentuk dari pancaran matahari…
yang menutupi tempat dimana dia berada kini
Dia…yang dulu pernah menumbuhkan senyum di wajahku
Dia…yang dulu kuharap akan menjadi belahan jiwaku
Dia…yang kusangka akan menemaniku selamanya
Dia…
Yang kepergiannya membuat seluruh jiwa dan ragaku hancur
Bagaikan ribuan pecahan kaca terhempas di permukaan tanah
Mereka memintaku berdoa…berdoa untuknya
Tapi aku bingung…aku tak mengerti
Karena aku tak pernah benar-benar tahu
Bagaimana caranya….?
Kepada siapa…?
Mereka menyebut nama Tuhan
Tuhan…dulupun aku sering menyebut nama-Nya
Mencoba berbicara kepada-Nya
Tapi pernahkah Ia mendengarnya?
Tuhan…
Benarkah Dia ada di sana?
Aku tak mengerti
Gelap pun datang…
Dan aku menutup mata untuk menatap lebih dalam
***

Kubuka kedua mataku
Butuh beberapa saat buatku untuk sadar di mana kini aku berada
Hanya bisa terdiam menyaksikan sekilas gambar-gambar menyakitkan
Pertengkaran-pertengkaran yang tidak diinginkan
Beribu macam kata yang terucap untuk melindungi hati yang tersakiti
Tanpa menyadari tajamnya menyakiti hati yang dicintai
Suara-suara menghujam memekakkan telinga
Pintu-pintu terbanting menggetarkan dinding
Perpisahan yang mengiris dan mengundang tangis
Darah yang menetes ketika hati menerima rasa sakit
Air mata yang tumpah…
Ketika kenyataan menghancurkan mimpi indah yang menemani malam
***
Kubuka kedua mataku
Butuh beberapa saat untuk menyadari dimana tempatku berada
Hanya bisa menahan tangis menatap kilasan-kilasan kenangan menyakitkan
Kilatan-kilatan cahaya terang lampu memecahkan gelap malam
Menyinari tubuh-tubuh yang bergerak dimanjakan oleh irama musik yang menggetarkan gendang telinga
Semerbak aroma alkohol dan obat-obatan berwarna dan bernama asing
Tercium…bercampur dalam udara malam dan menghancurkan indera
Hanya mampu menahan tangis dan hancurnya hati
Kala menatap orang yang tersayang berada di sana
Terbius oleh kenikmatan yang membutakan
Tanpa menyadari adanya sentuhan tangan yang berusaha merengkuh hati dan jiwanya untuk kembali menapak ke bumi
Untuk kembali ke sisi
Dan membiarkan diri terbawa alam mimpi
Mereka menyuruhku untuk berdoa
Tapi aku masih tak mengerti…karena aku tak pernah benar-benar tahu
Bagaimana caranya…?
Untuk apa…untuk siapa…?
Mereka menyebut nama Tuhan
Tuhan…
Dulu aku memanggil nama-Nya
Memohon…
Berharap…
Tapi aku lalu berhenti
Karena aku tak mengerti…tak paham
Kenapa kegelapan ini masih terus menyelimutiku
Kenapa rasa sakit ini masih membakarku
Kenapa mimpiku kosong…hampa
Kenapa Ia mengambil satu-satunya kebahagiaanku…cahaya terangku
Karena itu aku berhenti berharap
Berhenti memohon
Gelap pun datang…
Dan aku menutup mata untuk dapat menyimak lebih dalam
***

Kubuka kedua mataku
Butuh beberapa saat penuh keberanian untuk mengerti tempatku kini berada
Berusaha melawan jerat bayang yang terus mengikatku
Berusaha memahami jalan yang hendak aku tuju
Memahami di mana tempat yang pantas untukku
Aku menatap semua yang ada di sekelilingku
Berusaha menyesuaikan pikiran dan hatiku dengan pemandangan di depanku
Kulihat mereka yang berdoa pada sebuah simbol yang terpasang di dinding
Menyalakan lilin dan mengucapkan harap
Inikah caranya berdoa?
Kulihat mereka yang membuang rambut di sekujur tubuh mereka
Membakar dupa dan membungkuk tiga kali sebelum mengucapkan harap
Inikah caranya berdoa?
Kulihat mereka yang menyiapkan sajian
Berkumpul bersama pada kuil sesembahan
Menyanyikan pujian dan mengucapkan harap
Inikah caranya berdoa?
Kulihat mereka yang membasahi tubuh dan bersujud di atas permukaan tanah
Berkata bahwa mereka sedang bersujud di hadapan-Nya
Membaca ayat-ayat dalam bahasa yang tak kukenal dan mengucapkan harap
Inikah caranya berdoa?
Kulihat mereka yang membakar uang kertas
Bernyanyi dan mengucapkan harap pada matahari
Inikah caranya berdoa?
Kulihat mereka yang menyanyikan lagu-lagu pujian dengan diiringi musik dan tarian
Bersama-sama mengucapkan harap
Inikah yang namanya berdoa?
***
Aku sungguh tak mengerti…tak paham
Karena aku sungguh tak pernah benar-benar tahu
Aku tak pernah memahami cara-cara itu
Aku tak pernah berdoa dengan cara mereka
Aku tak pernah bisa memahami pikiran mereka
Karena selama ini aku menganggap…
Semua perkataan mereka…
Semua yang mereka tunjukkan…yang mereka pakai dan kenakan di tubuh mereka
Hanyalah satu bentuk kemunafikan yang mereka gunakan
Untuk menutupi kebusukan hati yang tetap dapat tercium oleh inderaku
Tapi mereka menyebut Tuhan
Dan aku hanya mengerti Tuhan
Dan aku hanya mengerti caranya memohon pada-Nya dengan caraku
Karena itu aku tak mengerti
Gelap pun datang…
Dan aku menutup mata untuk dapat memahami lebih dalam
***

Kubuka kedua mataku
Membiarkan sadarku terhempas kembali dari masa lalu
Masa lalu…yang dapat kita lepaskan seiring dengan berlalunya waktu
Namun tidak akan pernah bisa melepaskan kita
Masa lalu…yang dapat kita tatap dengan senyum
Namun membalas dengan menjerat kita dalam bayangnya
***
Aku masih terduduk di sini…di salah satu sudut malam
Merasakan seluruh tubuhku bergetar mengikuti irama heningnya malam
Hati ini masih merasakan luka…belum melupakan sakit
Namun air mata ini telah berhenti mengalir
Hati ini kembali memohon
Ingin menyampaikan langsung kepada-Nya
Beribu permohonan yang masih terpendam tak tersampaikan
Beribu harap yang masih memenuhi jiwa
Namun kali ini diriku telah siap
Hati ini kini lebih tenang…meski belum terisi
Karena aku telah menemukan bagaimana caranya
…untuk menelepon ke surga
***

…untuk hatiku yang ada di surga

(DeeWardani – Maret2006)