UNTUK MEREKA YANG KEHILANGAN

Orang cenderung bilang bahwa kita mesti ikhlas ketika kita kehilangan sesuatu atau mengalami musibah. Tapi jujur aja deh…ikhlas itu susah. Ya kan? Munafik sekali ketika kita menjawab, “gue ikhlas kok…” dengan mudah. Karena gue yakin, ketika kita mengalami hal2 yang bikin kita sakit hati, sedih, marah…kita bakal lebih sering mengumpat dan menyesali dan berkali-kali bilang, “duh, seandainya gue gak gini…mungkin…” ato “seharusnya gue…”

Hal kaya gini lazim kok…toh
kita memang hanya manusia biasa, dan penyesalan adalah sifat paling manusiawi yang kita punya.

Dari banyak hal yang gue alamin, gue lihat dan gue dengar…gue banyak belajar gimana caranya ikhlas, mesti gak bisa dengan 100%, tapi setidaknya gue bisa lebih sabar dan kata2 “seandainya” ato “seharusnya” tadi gak banyak gue keluarin ato terpikirkan di benak gue.

Ada satu kalimat yang satu kali gue baca…bunyinya:
“Count not what is lost but what is left” (maaf lupa siapa yang nulis...hoho^^)

Bener sih…coba pikirin dengan lebih logis.
Ketika kita kehilangan sesuatu ato mengalami sesuatu yang bikin kita merasa terpuruk, busuk dan sangat gak berguna…kita akan cenderung menyesali hal-hal yang terlepas dari genggaman kita ato hal-hal yang gak sesuai dengan harapan kita.
Coba deh dibalik…
ketika loe kehilangan seseorang ato ngerasa dikhianati oleh orang yang loe paling percaya, lihat lebih baik di sekitar loe dan loe akan menemukan orang-orang yang masih bisa loe andalkan dan loe percaya, orang-orang yang bisa mendorong loe untuk bangkit dan memegang kepercayaan loe dengan sepenuhnya.
Ato ketika loe gagal meraih apapun yang loe harapkan, rasakan lebih dalam dan loe akan menemukan bahwa segala daya upaya yang udah loe lakukan menyisakan bekas di diri loe, yaitu pengalaman…dan sisa-sisa mimpi itu akan membuka jalan baru untuk keberhasilan loe yang lain.
Ato ketika loe kehilangan harta ato segala hak milik loe yang berharga…loe akan menemukan bahwa masih ada yang loe miliki dan tersisa, yaitu diri loe sendiri dan orang-orang yang loe sayangi yang masih ada di sisi loe.
Hal itu, diri loe dan orang-orang di hati loe itu, adalah harta paling indah yang pernah loe miliki dan gak akan pernah hilang dari hidup loe, selama Tuhan masih menghendaki semuanya masih loe miliki.

Cuma ini cara gue ikhlas….lumayan ngebantu sih, coba deh^^

A DREAM WILL ONLY BE A DREAM

Dari jaman gue sekolah dulu, ada image yang terpatri dalam benak gue soal pacar impian yang bisa buat gue bilang”This is it!”
Image karakter itu diantaranya:
  • Dia bisa buat gue senyum ketika liat wajahnya
  • Dia bisa buat gue betah denger suaranya
  • Suaranya bisa jadi obat tidur gue ketika gue ga bisa tidur di malam hari
  • Mengecup kening gue dan menahannya sampai 5 detik untuk tanda sayang
  • Ga usah bilang “I love you”…tapi cukup menatap gue sedikit lebih lama dari seharusnya
  • Bisa buat gue betah untuk memeluk dia...dan buat gue kangen sama pelukannya
  • Bisa membuat gue menoleh ke arah dia tanpa dia harus memanggil gue
  • Duduk di samping gue sambil mainin gitarnya untuk menemani gue tidur
  • Ngajak gue denger musik kesukaannya bareng dan bisa buat gue jadi ikutan suka juga
  • Mau ngiringin gue nyanyi dan buat gue berani untuk nyanyi (terutama karena gue paling malu klo harus nyanyi…^^)
  • Betah untuk duduk di samping gue dan baca buku bareng…satu buku untuk berdua^^
  • Mau denger cerewetnya gue sambil senyum dan bilang…”asli lo cerewet banget” tapi pake nada sayang
  • Nemenin gue nonton film dan membiarkan gue nikmatin filmnya sampe abis dan ga ganggu sama sekali
  • Mau paham dan ngerti ketika gue lagi pengen sendiri dan juga ketika gue bener-bener butuh dia
  • Bisa buat gue nyaman dan jadi diri sendiri…bisa manjain gue ketika lagi kumat manja gue dan membiarkan gue jadi wanita yang lebih tenang dan dewasa yang bisa menjaga dia
  • Jadi orang yang terpikirkan pertama kali ketika gue megang hp dan pengen miscall-miscall ato sms^^
  • Bisa buat gue jadi ‘copycat’, dimana dia bisa buat gue meniru satu-dua hal yang jadi ciri khas dia ato buat gue jadi suka sama hal-hal kesukaan dia
  • Bisa buat gue merasa bahwa dia ada untuk gue meski dia ga hubungin gue
  • Berbicara dengan bahasa yang sama kaya gue

Pada kenyataannya sih, ga semua hal di atas pernah ada di orang-orang yang deket sama gue. Well…namanya juga pacar impian, jadi sepertinya untuk bisa dapet ato nemuin seseorang dengan karakter yang memenuhi image di atas cuma bisa di dalam mimpi aja ya…hukkksss >.<

CINTA MELULU

kita berdua hanya berpegangan tangan
tak perlu berpelukan
kita berdua hanya saling bercerita
tak perlu memuji
kita berdua tak pernah ucapkan maaf
tapi saling mengerti
kita berdua tak hanya menjalin cinta
tetapi menghidupi

ketika rindu menggebu-gebu kita menunggu
jatuh cinta itu biasa saja
saat cemburu kau membelaiku cepat berlalu
jatuh cinta itu biasa saja

jika jatuh cinta itu buta
berdua kita akan tersesat
saling mencari di dalam gelap
kedua mata kita gelap lalu hati kita gelap

kita jatuh cinta itu biasa saja

(Jatuh Cinta Itu Biasa Saja – Efek Rumah Kaca)
Seandainya kita bisa mengalami jatuh cinta yang seperti ini…mungkin hidup akan terasa indah sekali ya
Cinta yang sederhana, yang polos, yang tanpa nafsu atau emosi…
Cinta yang jujur dan apa adanya…tanpa saling menuntut, tanpa saling menekan, ataupun saling menyakiti

Soal jatuh cinta, sering bgt jadi pertanyaan buat gue…mungkin karena gue adalah manusia yang cenderung takut untuk jatuh cinta atau cenderung lari dari kenyataan ketika gue ternyata mencintai seseorang
Gue sebenernya adalah orang yang berusaha jujur soal perasaan gue…tapi tetep aja rasa takut itu ada dan bikin gue lari semakin kencang (gue pernah nuils soal ini, baca di sini)

Soal jatuh cinta…sering bgt jadi topik obrolan antara gue dan dua orang temen deket gue
Beberapa waktu yg lalu Dika nulis di comment friendster untuk menjawab pesan gue soal ini, dia bilang...
“Love is such an excuse to get hurt, or to hurt”
Di waktu lain Ray bilang ke gue...
“Cinta itu bisa jadi bumerang…dia bisa membawa kita melayang ke langit tertinggi, tapi juga bisa menjatuhkan kita hingga jurang yang terdalam”

Apa rasa takut itu selalu muncul karena adanya rasa bahwa kita takut merasa sakit?
Atau malah ketika kita sudah terlanjur mencintai seseorang, ketakutan kita akan rasa sakit membuat kita justru menuntut, menekan dan akhirnya malah menyakiti?

Mr. Brandon Boyd pernah bilang…
“Ok
Now the monster is awake
It won't rest until there's nothing left
Maybe ever and anon
I forget about the pain
Someone bending light comes along
And flowers lean towards the sun
Some people fall in love and touch the sky
Some people fall in love and find quicksand
I hover somewhere in between
I swear I can't make up my mind” (Quicksand – Incubus)

“Love is not a fate
With covered eyes
I'm wandering in that place
Sometimes when I'm alone I wonder
Is it a spell that I am under
Keeping me from seeing the real thing…
Love hurts
Sometimes it's a good hurt
And it feels like I'm alive
Love sings
When it transcends to memories
Have a heart and try me
'Cause without love I won't survive “ (Love Hurts – Incubus)

Ketika Mr. Boyd
bilang bahwa rasa sakit yang ditimbulkan justru membuat kita makin bisa merasakan rasa cinta itu dan akhirnya membuat kita merasa ‘hidup’. Dan cinta tanpa belas kasihan akan menjadikan semua orang korban…dan kita gak bisa memilih kapan atau kepada siapa kita akan jatuh cinta pada akhirnya. Jadi ya akhirnya kita gak akan bisa lari…
Mungkin ini juga yang dimaksud Dika...ketika gue mengharapkan cinta yang sederhana, dia malah menjawab, “ka3…kurang ‘berwarna’lah”

Ada kutipan lain....yang membuat gue makin memuja dan mendambakan cinta yang sederhana tapi tampak begitu sempurna…
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…”(Sapardi D. Darmono)

Oke…gue akuin
Kata2 Dika dan Mr. Boyd
mungkin emang bener…cinta itu mestinya berwarna, dan segala ‘rasa’ yang timbul cuma warna2 indah lain yang menghiasi dunia dan hidup kita…ya gak?
Toh…jika bukan karena segala rasa sakit dan rasa cinta yang gue alamin selama ini, mungkin hidup gue akan terasa sangat hambar, sangat biasa, sangat gak ‘berwarna'…dan justru akan membuat gue merasa iri ke semua orang yang bisa menangis hanya karena merasakan cinta
Dan jika bukan karena gue mengalami semua itu…saat ini gue gak akan begitu mendambakan cinta yang begitu sederhana dan suci dengan hanya merasakan jantung gue berdebar ketika bersama ‘orang itu’

Gue memang mendambakan cinta sejati yang membuat gue sanggup untuk bilang
”cukup, gue akan istirahat di sini”
Gue mendambakan cinta yang bisa membuat gue merasa nyaman dan bernafas dengan tenang, tanpa ada rasa takut bahwa masa lalu gue atau ‘dia’ akan menciptakan segala emosi yang mengganggu segala ‘rasa’ yang ada…

Kemaren ketika menonton tv dan tanpa sengaja akhirnya melihat sebuah wawancara dengan seorang artis (gak usah sebut nama ya, yang rajin nonton infotainment jg pasti tahu lah)…ada beberapa perkataan beliau yang membuat gue merinding dan membuat gue semakin tahu apa cinta sejati itu…
Waktu itu dia bilang...
“Kita mencintai seseorang itu bukan karena kelebihannya, tapi karena kekurangannya…justru ketika kita semakin mengenal kekurangan orang itu, maka kita akan semakin mencintai dia. Segala masa lalu orang itu jangan dijadikan hambatan…apapun yang terjadi di masa lalu kan gak bisa kita ulang lagi dan kita perbaiki, jadi yang bisa kita lakukan sekarang adalah menjalani masa sekarang dan masa depan…kita berusaha menjalani masa depan kita bersama orang itu”

Ini cinta sejati gue…yang sederhana, jujur, dimana kita mampu menerima orang itu apa adanya…dan orang itu mampu menerima gue seutuhnya
Seperti gue pernah berjanji di depan Rayapabila suatu saat nanti gue menemukan orang yang mampu mencintai gue dan masa lalu gue sekaligus…yang mampu menerima segala kekurangan dan kelebihan gue dengan seimbang, maka gue akan mencintai orang itu dengan sepenuh hati

Cinta sejati gue…yang bisa buat gue bilang....
“jatuh cinta itu biasa saja…tapi juga segalanya”

-kisah putri-


Seorang putri terjatuh ketika mengejar sang pangeran
Dan ia pun menerima uluran tangan seorang prajurit
Kini ketika sang prajurit tak mampu lagi
melindungi sang putri

Pangeran tampan kembali...


Sang putri kini bimbang...

Karena ia tak mampu melepas tangan sang prajurit

Pada saat cintanya pada sang pangeran
mulai bersemi kembali

( DeeWardani-050505 )

Panik...

Aku menatap kolam renang di hadapanku. Aku menengok ke sisi kanan dan kiriku, hanya ada aku dan seorang gadis yang tak kukenal. Kuturunkan kacamata renangku, menutupi mataku. Kuambil ancang-ancang, dan melompat.

Kudengar suara air samar-samar di belakangku ketika tubuhku memasuki air. Terasa sejuk di tubuhku ketika tubuhku mulai basah oleh air itu. Aku terus meluncur ke dalam. Semakin dalam. Aku dapat melihat sekitarku dengan jelas di balik kacamataku.

Aku terus meluncur sambil menatap bagian dasar kolam. Dapat kulihat lantai dasar kolam. Aku terus meluncur sampai dasar. Lalu….pasir!

Tubuhku mencapai pasir. Pasir di dasar kolam. Kemana perginya lantai yang tadi kutatap selama meluncur ke dalam? Pikiranku bertanya-tanya. Kenapa ada pasir? Aku panik.

Aku menatap ke atas, ke permukaan. Dan mulai menarik tubuhku ke atas, naik ke permukaan. Tapi…tubuhku begitu berat. Aku tak bisa naik. Tubuhku terasa seperti ditarik ke bawah, kembali ke dasar. Aku terus menendang-nendang, memaksa tubuhku untuk naik. Aku tak bergerak. Aku makin panik.

Aku melihat gelembung-gelembung udara naik ke permukaan. Nafasku habis. Aku butuh udara. Tolong! Pikiranku berteriak. Aku tak bisa naik. Tanganku menggapai-gapai ke atas, kakiku terus menendangi pasir di bawahku. Tolong, pikiranku terus berteriak, tolong aku.

Lalu aku terbangun.

(DeeWardani-Agustus2005)