- - Gone Too Soon - -

Jika anda pernah bergabung bersama keluarga besar mahasiswa Arsitektur UNS di Surakarta, atau paling gak minimal pernah bermain ke wilayah kami yang terpencil di salah satu sudut komplek Fakultas Teknik, mungkin anda akan mengenal wajah dan sosok di bawah ini...

Gak akan pernah terlupa dan terhapuskan dari benak kami dan hati kami wajah dan senyum ceria yang ada di bawah ini...

Dulu keceriaannya selalu mewarnai hari-hari kami...
Dulu suaranya selalu menggoda kami dengan ribuan kekonyolan, banyolan dan keisengan yang selalu membuat kami tersenyum...
Dulu gaya khasnya selalu membuat kami tertawa dan menahan diri untuk gak melempar dia dengan barang-barang yang ada di sekitar kami untuk membuatnya berhenti (kadang banyolannya sering bikin pengen nimpuk hehehehe)

Mungkin jika anda mengenalnya, maka anda akan selalu mengingat hal-hal kecil seperti MegaPro nya yang selalu meluncur menuruni jalan turunan memasuki kawasan gedung Arsitek sebelum sosok pengemudinya berlari kecil ke Kantin Bu Sum sambil melepas helm dan tutup mukanya...
Atau ketika dia sering melantunkan dan memutar musik Oom Bob Marley di kostan dan beberapa kali di kampus Arsitek...
Atau ...siapa yang bisa lupa tagline dan banyolan-banyolan khasnya...

"Kaleennn konoo...."
"Kene, pangku pakdhe..."
"Semua itu bisa dilobby..."
"ah bisa saja..."
"mbak, golekki loh..."

Wajah di bawah ini....
adalah teman kami, saudara kami, guru kami....orang yang pernah mewarnai hidup kami...
pergi terlalu cepat mendahului kami...
membawa pergi semua keceriaan khasnya yang pasti akan selalu kami rindukan...

doa kami untuk kamu...
kami yakin di atas sana kamu sedang berlari mengejar Oom Bob Marley untuk bergitar bersama...
mewarnai surga dengan semua keceriaan dan banyolan yang dulu selalu menemani kami
dan satu hal yang pasti...
di atas sana kamu sudah terbebas dari sakit kamu...di sana doa atas kesembuhan kamu sudah terkabul dan kamu gak akan pernah sakit lagi


Selamat jalan,

Muhammad Miftahul Firdaus
(Itah)
November 6, 1985 - December 8, 2009

Rest in peace,
our friend
our brother
our teacher for life

Our world will never be the same without you


song of the day p.9




"...Life is a maze,
and love is a riddle..."
(The Show - Lenka)

Hope...

Bolehkah aku berharap...?
Bolehkah aku menatap masa depan dengan harapan yang cukup untuk membuatku masih ingin hidup dan bernafas dan bertapak di atas bumi...?
Ku mohon tetap lah berada di ujung jalan sana bersama cahaya mu...
Dan jangan pergi...
Supaya ku tak lagi tersesat dalam gelap sekali lagi

Hujan...

Aku suka hujan...
Aku suka menatap tetes-tetes air hujan jatuh membasahi bumi
Aku suka mendengar suara jatuh air di permukaan tanah, rumah, atap, pohon dan segala permukaan yang siap menyambut datangnya
Aku suka merasakan tiap tetes air hujan jatuh membasahi diriku...tubuhku...rambutku...wajahku...

Aku suka hujan...
Aku suka berlari menyambut hujan
Aku suka menari di tengah hujan
dengan tetes air membasahiku....dan percikan-percikan air di tanah yang terkena langkah kakiku
seakan ikut menari bersamaku dan menemaniku menyambut hujan

Aku suka hujan...
Aku suka berteriak dalam hujan melawan suara gemuruh petir
Aku suka menangis dalam hujan dan membiarkan air mataku ikut larut terbawa tetes air hujan yang membasahi wajahku

Aku bisa semakin merasakan kesendirianku saat hujan
Ketika dinginnya menusuk begitu dalam hingga menyakiti jantungku
Ketika tidak ada yang datang untuk merengkuh tubuhku dengan penuh kehangatan
Aku bisa semakin merasakan kerinduanku saat hujan
Ketika tiap iringan tetes air hujan membawaku kembali dalam waktu
Jauh dan semakin jauh dalam masa laluku

Aku suka hujan...
Dan membiarkan diriku...jiwaku...hatiku...ikut hanyut bersamanya

when 'Hope' does come....

Beberapa waktu belakangan ini gue selalu lebih banyak menyendiri, merenung, melamun dan akhirnya menyadari terkadang ketika gue berbicara ke diri gue sendiri....ada sebuah suara yang menyahut, bukan menjawab, melainkan mengulang kembali kata2 gue, setiap keluhan, umpatan, pertanyaan. Suara ini datang dari dalam diri gue, bukan dari hati ataupun kepala gue, dengan suara yang lebih lantang, kecil dan riang.

Lalu ketika pada sekian kalinya suara ini berbunyi mengikuti, gue menutup mata dan mencari si empunya suara. Dan akhirnya gue temukan dia disana, di salah satu sudut dari sebuah ruangan kecil yang masih tersisa di dalam diri gue. Duduk jongkok sambil memeluk kedua kaki nya yang terlipat di hadapannya, dengan tubuh yang begitu mungil dan tampak lincah, mata yang lebar dan makin membesar ketika mendapati gue menatap dia disana. Dia tersenyum....dan bilang, "There you are..."

ME : Who are you?

HOPE : I'm the one you've been looking and waiting for....I guess I'm supposed to be the only candle that still lights up when everything gets dark...

Gue cuma bisa diam...secercah harapan yang kehadirannya tidak membuat gue merasakan apa2, tidak seperti yang gue bayangkan akan bisa gue dapat jika akhirnya dia datang. Gue berbalik badan dan dia menghentikan gue...

HOPE : Hey, where're you going?

ME : Come....I need to show you something

Anak kecil itu bangkit dengan muka yang begitu cerah seakan ruangan gelap itu menjadi terang benderang dan dia pun melangkah riang mengikuti gue, sambil setengah menari di tiap langkahnya dan bersenandung riang seakan gue mau mengajak dia piknik ke taman bermain.
Kami tinggalkan ruang kecil itu, menuju ke ruangan lain dalam diri gue, dimana sahabat gue, Heart, masih tertidur lelap dalam istirahatnya.
Gue berhenti gak jauh dari tempat tidur sahabat gue, sementara si anak kecil yang sedari tadi mengikuti gue dengan riang kini terdiam dan berdiri menempel di balik punggung gue, menatap sahabat gue yang sedang tidur lelap penuh luka dan sakit dengan matanya yang lebar.

Mind bangkit dari duduknya ketika menyadari kehadiran kami, menatap Hope dengan tatapan dinginnya yang seolah bilang, "Oh....it's you....". Gue melangkah mendekati Heart, meraih tangannya dan Hope mengikuti. Tanpa aba2 dia langsung duduk di bangku tempat Mind semula menemani rekannya lalu dengan lembut meraih tangan Heart yang lemah. Matanya begitu antusias, wajahnya begitu cerah. Dan tampak wajah Heart seketika melembut, seolah lebih tenang.

ME : Can I trust you?

HOPE : (tersenyum) Why shouldn't you trust me?

ME : Because everytime I accept you, trust you and put all my prayers and dreams to you....you always walk off from me and leave me behind, empty and dissapointed. That's what happened to him....you walked off, and he got hurt. We got hurt....too painful...

HOPE : (menoleh ke arah gue) Let me stay a bit while, and later on when you leave you can look back to see me to know that I'm staying...

HOPE : I'll cure him....and make you trust me again...

ME : Don't promise me anything...just do it...

Dan gue pun kembali meninggalkan Heart beristirahat dan tertidur...kembali sendiri, menunggu sampai dia siap untuk terbangun lagi...