Tadao Ando's building for Giorgio Armani's Theatre




Armani Theatre in Milan

The italian fashion designer Giorgio Armani, opened his new worlwide headquarters at Via Bergognone 59 in Milan, in Autumn 2001. Designed by Japanese Architect, Tadao Ando.

how open can a home get and yet still be safe?

From Wallflower Architecture, this original architecture project is located in Singapore, on the East coast area and it is neighbored by four other urban buildings. The unusual design was chosen as a result of the owner’s “brief”: he wanted a house that could be as open as possible and yet not interfere with the notion of safety. He wanted a home that was beautiful, spacious and also protected. This is how this residence was created, as an “enclosed open space”, with even the outdoor elements (pool, garden) fenced and regarded as internal. The creative design does not just have an aesthetic function, but it also keeps the house cool due to the breezes that form between the courtyards. Not only that, but the shades are really spectacular.


Source:
http://freshome.com/2010/01/22/how-open-can-a-home-get-and-yet-still-be-safe/

- - Gone Too Soon - -

Jika anda pernah bergabung bersama keluarga besar mahasiswa Arsitektur UNS di Surakarta, atau paling gak minimal pernah bermain ke wilayah kami yang terpencil di salah satu sudut komplek Fakultas Teknik, mungkin anda akan mengenal wajah dan sosok di bawah ini...

Gak akan pernah terlupa dan terhapuskan dari benak kami dan hati kami wajah dan senyum ceria yang ada di bawah ini...

Dulu keceriaannya selalu mewarnai hari-hari kami...
Dulu suaranya selalu menggoda kami dengan ribuan kekonyolan, banyolan dan keisengan yang selalu membuat kami tersenyum...
Dulu gaya khasnya selalu membuat kami tertawa dan menahan diri untuk gak melempar dia dengan barang-barang yang ada di sekitar kami untuk membuatnya berhenti (kadang banyolannya sering bikin pengen nimpuk hehehehe)

Mungkin jika anda mengenalnya, maka anda akan selalu mengingat hal-hal kecil seperti MegaPro nya yang selalu meluncur menuruni jalan turunan memasuki kawasan gedung Arsitek sebelum sosok pengemudinya berlari kecil ke Kantin Bu Sum sambil melepas helm dan tutup mukanya...
Atau ketika dia sering melantunkan dan memutar musik Oom Bob Marley di kostan dan beberapa kali di kampus Arsitek...
Atau ...siapa yang bisa lupa tagline dan banyolan-banyolan khasnya...

"Kaleennn konoo...."
"Kene, pangku pakdhe..."
"Semua itu bisa dilobby..."
"ah bisa saja..."
"mbak, golekki loh..."

Wajah di bawah ini....
adalah teman kami, saudara kami, guru kami....orang yang pernah mewarnai hidup kami...
pergi terlalu cepat mendahului kami...
membawa pergi semua keceriaan khasnya yang pasti akan selalu kami rindukan...

doa kami untuk kamu...
kami yakin di atas sana kamu sedang berlari mengejar Oom Bob Marley untuk bergitar bersama...
mewarnai surga dengan semua keceriaan dan banyolan yang dulu selalu menemani kami
dan satu hal yang pasti...
di atas sana kamu sudah terbebas dari sakit kamu...di sana doa atas kesembuhan kamu sudah terkabul dan kamu gak akan pernah sakit lagi


Selamat jalan,

Muhammad Miftahul Firdaus
(Itah)
November 6, 1985 - December 8, 2009

Rest in peace,
our friend
our brother
our teacher for life

Our world will never be the same without you


song of the day p.9




"...Life is a maze,
and love is a riddle..."
(The Show - Lenka)

Hope...

Bolehkah aku berharap...?
Bolehkah aku menatap masa depan dengan harapan yang cukup untuk membuatku masih ingin hidup dan bernafas dan bertapak di atas bumi...?
Ku mohon tetap lah berada di ujung jalan sana bersama cahaya mu...
Dan jangan pergi...
Supaya ku tak lagi tersesat dalam gelap sekali lagi